Masyarakat Multikultural adalah :
Tuhan menciptakan manusia beraneka
ragam bentuk fisik, warna kulit, bahasa dan budayanya. Jika perbedaan itu
disikapi dengan positif ketika berdampingan sebagai masyarakat multikultural,
akan bermanfaat sekali karena tiap kelompok masyarakat memiliki kelebihan dan
kekurangan. Ada yang memiliki keramahan, ketegasan, jiwa dagang, dan kelebihan
lain yang jika dikolaborasikan akan bermanfaat untuk menciptakan kesejahteraan
semua kelompok masyarakat.
Pada dasarnya, masyarakat akan
selalu hidup dalam multikultural meskipun tinggal di daerah asalnya sejak
dilahirkan sampai sekarang karena kebudayaan selalu berubah-ubah mengikuti
perkembangan zaman.
Sementara masyarakat memiliki
perbedaan dalam menyikapi perkembangan, ada yang langsung menerima, menunggu
sampai kebanyakan orang mengikuti perkembangan, atau justru menolak sama
sekali. Perbedaan sikap ini akan berpengaruh terhadap kebudayaan masing-masing
kelompok masyarakat.
Primordial, meskipun kelihatannya
masyarakat bersatu di daerahnya masing-masing dan berinteraksi, tapi lingkungan
pergaulan yang lebih akrab akan lebih sering dengan orang-orang yang berasal
dari daerah yang sama karena memiliki ikatan batin/kaitan emosional, memiliki
banyak kesamaan, dan lebih mudah berkomunikasi.
Mempunyai pemimpin tradisional, lembaga resmi dan
formal seringkali mengalami kesulitasn ketika mengatur masyarakat multikultural
karena terdapat lembaga non sruktural yang mengatur masyarakat, jadi ada
semacam pemimpin tradisional yang justru lebih ditaati dan dihormati karena
faktor kedekatan (proximity).
Sulit mendapatkan kesepakatan, untuk mengatur
masyarakat secara umum diperlukan aturan yang disetujui oleh berbagai pihak
demi menciptakan rasa memiliki dan keuntungan bersama, sayangnya karena
masyarakat multikultural berbedaan persepsi, pengalaman, dan pengetahuan,
kesepakatan itu menjadi sulit didapatkan.
Rawan konflik, masih berkaitan dengan kesulitan
mendapatkan sekepakatan, tak jarang pula perbedaan persepsi tadi bisa
menciptakan konflik karena kesalahpahaman atau hal sepele seperti bahasa dan
nada suara. Setelah terjadi konflik, bukan hal yang mudah untuk menyatukan
kembali kedua pihak yang telah berseteru.
Dominasi politik salah satu kelompok masyarakat,
ketika terdapat kelompok masyarakat yang mendominasi, secara psikologis
terdapat keinginan untuk memaksakan kebijakan politik demi keuntungan
kelompoknya. Dengan kata lain, praktek politik menjadi tidak demokratis lagi
sebab tidak ada kelompok lain yang berani menempatkan diri sebagai pemberi saran
dan pengkritik kebijakan politik.
3. Faktor-faktor yg mempengaruhi perubahan sosial
budaya adalah :
Letak geografis, geografis mempunyai
pengaruh yang besar dalam pembentukan kebudayaan, misalnya masyarakat yang
tinggal di pegunungan cenderung ramah sementara masyarakat yang tinggal di
pantai cenderung keras.
Kondisi iklim, bukan saja geografis yang mempengaruhi
kebudayaan suatu masyarakat, iklim pun mempunyai pengaruh yang sama, masih
mengambil contoh seperti di atas, iklim pegunungan yang sejuk mempengaruhi
masyarakat menjadi ramah. Sementara iklim pantai yang panas menyengat bisa
mempengaruhi kontrol emosi.
Budaya asing, globalisasi mempunyai
peranan yang cukup banyak dalam merubah kebudayaan masyarakat manapun meskipun
tidak mutlak apalagi kebudayaan luar negeri begitu mudahnya diakses karena
kemajuan teknologi informasi. Kebudayaan asing akan dipraktekan oleh sebagian
masyarakat meskipun sering terdapat benturan dengan kebudayaan lokal.
Status sosial. Disadari atau tidak,
diakui atau tidak, hal tersebut tetap ada dalam masyarakat. Meskipun dikatakan
bahwa semua manusia sama, secara implisit, masyarakat telah membuat status atau
kelompok sosialnya sendiri. Terlebih pada kelompok sosial dalam masyarakat
multikultural, status sosial bisa sangat dirasakan keberadaannya. Dalam
masyarakat multikultural, terdapat begitu banyak perbedaan. Baik perbedaan
suku, agama, warna kulit, maupun perbedaan pemikiran.
Semua perbedaan tersebut bercampur
menjadi satu kesatuan atau wadah. Dampak yang muncul adalah adanya beberapa
pengelompokan yang dilakukan oleh masyarakat itu sendiri. Meski tak ada
peraturan tertulis bahwa masyarakat berkelas tertentu harus bergaul dengan
kelas masyarakat yang sama, nyatanya mereka melakukannya, sebagian besar.
4. Yang dimaksud dengan Strasifikasi sosial adalah
perbedaan penduduk atau masyarakat yang bertingkat atau mempunyai kelas-kelas
tertentu secara bertingkat.
Klasifikasi strasifikasi sosial adalah :
- lapisan atas
- lapisan menengah
- lapisan bawah
5. Usaha yang harus dilakukan agar tidak adanya
konflik di masyarakat multikultural adalah :
Sebenarnya, bila kita mau kembali ke
fitrah bahwa “semua manusia diciptakan sama”, tak akan ada konflik antara kedua
kelompok tersebut. Posisi di atas, di tengah, atau di bawah, bisa berubah
sewaktu-waktu. Bila semua mau sadar dan belajar, tak akan ada yang namanya
kecemburuan sosial. Hidup tidaklah statis!
Perubahan sosial budaya merupakan
proses intrinsik yang terjadi pada suatu kelompok manusia tertentu, berdasarkan
sifat yang khas yang ada pada mereka, seperti jenis kelamin, suku, bangsa,
subkultur, agama, profesi, warna kulit, bahkan hobby. Proses perubahan
tersebut, di maknakan sebagai evolusi dan revolusi sosial-budaya. Jalannya bisa
dengan antara lain, akulturasi, inventasi, urbanisasi, globalisasi, juga pasar.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar